Tuesday, March 5, 2019

KEMAGNETAN : Magnet Elementer, Medan Magnet, Menghilangkat Sifat Magnet

A. Magnet Elementer

Suatu magnet dapat diibaratkan tersusun dari banyak sekali magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.

Pada benda magnet, magnet-magnet elementer ini tersusun rapi dan searah. Sedangkan pada benda bukan magnet, magnet elementernya terdistribusi acak. Untuk lebih jelasnya lihat ilutrasi pada gambar.


B. Medan Magnet dan Garis Gaya Magnet

Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet.

Pada sebuah magnet dapat digambarkan suatu garis imajiner / garis khayal yang menggambarkan garis gaya magnet.

Terdapat ketentuan dari garis gaya magnet sebagai berikut :

  • Garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk melalui kutub selatan magnet. Sehingga untuk garis gaya di dalam magnet adalah dari selatan menuju utara magnet. Arah garis gaya magnet ini menunjukkan arah medan magnet.
  • Daerah dengan garis gaya magnet semakin rapat menunjukkan bahwa semakin kuat gaya magnet pada daerah tersebut.
  • Garis gaya magnet paling rapat terdapat pada daerah kutub magnet (ujung-ujung magnet).
  • Garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.

Garis gaya magnet dapat diamati dengan menaburkan serbuk besi di sekitar magnet.

C. Menghilangkan Sifat Magnet

Terdapat dua buah cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sifat magnet, yaitu :

  • Dipukul-pukul
  • Dibakar

Mengapa sifat kemagnetannya bisa hilang?

Suatu magnet ketika dipukul-pukul atau dibakar, maka magnet elementer yang awalnya tersusun rapi menjadi berantakan kembali, sehingga sifat kemagnetannya pun menjadi hilang.

Monday, January 23, 2017

Coretan yang Mungkin Tidak Berarti untuk Orang Lain


Saya sebagai mahasiswa jurusan fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember sejak tahun 2014. Sedikit bercerita tentang yang saya jalani di ITS. Untuk menambah wawasan dan belajar lebih banyak pengalaman saya berkontribusi dan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITS. Yaitu UKM Koperasi Mahasiswa dr. Angka ITS. Disini awalnya saya masih malu-malu karena pada dasarnya saya adalah orang yang pemalu dan lambat umtuk bergaul dan akrab dengan orang baru. Namun akhirnya saya paksa untuk mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh kopma ini. Salah satunya berkontribusi sebagai panitia pelatihan. Yang pertama saya ikuti yaitu sebagai sie pubdok di diklatmen yang pesertanya adalah anggota kopma dr. Angka ITS angkatan 2013. Dari situ saya mulai mengenal lebih banyak teman yang ada di kopma walaupun belum sepenuhnya akrab. Setelah itu saya mendaftar

Thursday, May 19, 2016

Bahagiakan Duniamu

Apa kabar kawan.. Ngomong-ngomong masalah hati, pasti kalian semua pernah merasakan yang namanya jatuh cinta namun akhirnya sakit hati, merasakan jenuh, dan suntuk. Semuanya ada pada hati. jatuh cinta merupakan rasa senang yang kita rasakan ketika kita berada di dekat seseorang. Rasa yang kata banyak orang sulit untuk dideskripsikan. Jatuh cinta awalnya terasa indah, namun jika dibiarkan akan timbul yang namanya pengorbanan. disana kita akan mulai merasakan apa yang namanya perjuangan demi cinta. Mungkin terlalu berlebihan ya. Tapi kebanyakan yang ada memang demikian. lalu apakah kita harus seperti itu juga? Jawabannya adalah tidak. Kita berhak untuk selalu merasa bahagia. Bahagia bukan berarti tanpa adanya masalah. bahagia bukan berarti kita yang bisa berlaku seenaknya sendiri. tapi bahagia adalah dia yang mampu menerima segala keadaannya. bahagia

Tuesday, March 29, 2016

Menjadi Pembela


Menjadi orang jangan mau jadi rata-rata. Jadi orang jangan mau diremehkan. Kalau memang benar, jangan mau disalahkan. Karena sekarang ini jarang ditemui orang yang mau gigih memperjuangkan kebenaran. Semakin jarang orang yang peduli dengan lingkungan.  Memang terkadang membela yang benar itu tidak mudah. Akan banyak sekali rintangan yang akan kita lalui. Apalgi kalau perdebatan ini menyangkut ke masalah agama. Hal yang sangat mendasar, dan menyangkut harkat dan martabat dirimu sendiri. Apakah kamu akan mengalah jika kamu yakin kalau agamamu benar? Jangan sampai itu terjadi. Kita disini sebagai generasi mudah bukanlah sebagai robot. Kita sebagai manusia punya akal cemerlang. Jangan mudah diombang-ambing. Karena generasi haruslah punya arah, bukan berarti memegang kompas. Harus punya pedoman, idealisme, bukan menenteng UUD 45 kemanapun kita berjalan. 

Curahan Hati Pejuang Malam

Kala fajar mulai terbenam, rembulan kembali menyombongkan diri dengan sinar indahnya. Burung hantu membuka mata bulatnya, mengamati kelelebat yang setiap saat lewat. Angin malam pun mulai berhembus, menandakan kesunyian malam yg semakin temaram. Di sudut lain, makhluk-makhluk dunia lain juga semakin mengusik damainya kehidupan manusia. Dikala semua semakin sepi dan semakin mencekam, kulangkah kaki menuju ke  alam remang-remang ini. Sedikit demi sedikit orang-orang perlahan mulai kembali ke rumah dan memejamkan mata. Namun tidak dengan badan ini. Semakin lama semakin kulangkahkan kaki, meneguhkan hati dan keyakinan menjadi hamparan yang akan membuatku tahan di tanah temaram ini. Memang aku tidak sendirian. Dipersebaran daratan dan lautan yg membentang luas ini, banyak orang yang bernasib sama sepertiku, bahkan jumlahnya pun bisa saja ada ribuan orang. Orang-orang berhati baja yang rela meninggalkan kenyamanan beristirahat hanya demi lembaran-lembaran uang kertas, dan mungkin jumlahnya pun juga tidak seberapa. Diantara dari kami ada yang ke pasar sekedar untuk berjualan ataupun sampai rela berdiri diatas sampan ditengah lautan. Jangan pandang ini semua remeh. Orang-orang seperti kami memang bukan orang kaya, bukan juga orang pintar semacam profesor yg kerjaanya penelitian melulu. Tpi kami ikhlas menjalani semua ini. Kami rela menjual waktu istirahat kami daripada kami harus duduk di kursi dewan, sambil santai-santai mencicipi uang rakyat. Ataupun menjadi orang kantoran yg kerjaannya duduk didepan komputer melulu. Bisa-bisa malah ambeien kalau terlalu lama duduk. 

Saturday, March 26, 2016

Menuntut Ilmu di Tanah Rantau

Tak aneh lagi bagi kita yang berstatus sebagai mahasiswa merasakan menuntut ilmu di tanah rantau. menggali sedalam-dalam ilmu dan berharap akan membanggakan orang lain, terutama orang tua. awalnya kupikir yang namanya belajar dari kecil sampai nanti juga sama saja. yang namanya di tanah rantau paling-paling juga hanya jauh dari orang tua dan belajar untuk lebih mandiri. tapi ternyata tidak semudah itu. dunia kuliah memang beda dengan apa yang kita rasakan di waktu SMA. kehidupan begitu bebas, namun terasa berat. coba bayangkan kalau kita hanya punya waktu tidur maksimal 3 jam sehari. Memang di dunia kampus ini yang namanya dosen seolah tidak mau tahu dengan jumlah waktu kita. yang ada ya ngasih tugas, ngasih ujian, ngasih proyek, dll. sungguh penat dan berat rasanya. Belum lagi kalau ada yang namanya pengkaderan di jurusan. pasti udah jadi langganan mahasiswa baru buat jadi bahan amarah para senior. tak jarang gara-gara pengkaderan pun kita harus rela pulang jam 3 pagi, berangkat kuliah lagi jam 7. Yang merasakan kayak gini mesti ekstra sabar nih, udah banyak tugas, laporan praktikum, dan masih ada kesibukan-kesibukan lainnya. harus bisa ekstra bagi waktunya.

Salam Kenal

Assalamu'alaikum sahabat coretan pena..
bukan mau basa-basi atau sekedar nyepam. tapi mau sedikit menyapa sahabat sekalian. memang ini adalah tulisan pertama coretan pena. tapi yang pasti ini bukan yang terakhir sobat. pasti banyak lagi posting-posting yang akan hadir untuk sekedar menjadi bahan bacaan. meskipun kurang bermutu tapi lumayan lah buat mengisi waktu luang untuk sekedar mebaca bagi pengunjung dan yang pasti kesempatan yang sangat berarti bagi coretan pena untuk menuangkan coretan-coretannya. coretan pena bukanlah blog yang dibuat untuk keperluan ilmu pengetahuan eksak, namun coretan pena adalah ibarat kanvas untuk menorehkan lukisan-lukisan kata.

seperti janji coretan pena diawal untuk tak perlu panjang lebar ataupun nyepam. Maka cukup lah bagi kami sekedar menyapa sahabat semua. semoga tulisan disini dapat sedikit menghibur kepenatan-kepenatan sahabat dan menjadi meotivasi untuk monorehkan ide-idenya dengan tulisan.

sampai ketemu di coretan selanjutnya
Wassalamu'alaikum... :)