Apa kabar kawan.. Ngomong-ngomong masalah hati, pasti kalian semua pernah
merasakan yang namanya jatuh cinta namun akhirnya sakit hati, merasakan jenuh,
dan suntuk. Semuanya ada pada hati. jatuh cinta merupakan rasa senang yang kita
rasakan ketika kita berada di dekat seseorang. Rasa yang kata banyak orang
sulit untuk dideskripsikan. Jatuh cinta awalnya terasa indah, namun jika
dibiarkan akan timbul yang namanya pengorbanan. disana kita akan mulai merasakan
apa yang namanya perjuangan demi cinta. Mungkin terlalu berlebihan ya. Tapi
kebanyakan yang ada memang demikian. lalu apakah kita harus seperti itu juga?
Jawabannya adalah tidak. Kita berhak untuk selalu merasa bahagia. Bahagia bukan
berarti tanpa adanya masalah. bahagia bukan berarti kita yang bisa berlaku
seenaknya sendiri. tapi bahagia adalah dia yang mampu menerima segala
keadaannya. bahagia
Thursday, May 19, 2016
Tuesday, March 29, 2016
Menjadi Pembela
Menjadi orang
jangan mau jadi rata-rata. Jadi orang jangan mau diremehkan. Kalau memang
benar, jangan mau disalahkan. Karena sekarang ini jarang ditemui orang yang mau
gigih memperjuangkan kebenaran. Semakin jarang orang yang peduli dengan
lingkungan. Memang terkadang membela
yang benar itu tidak mudah. Akan banyak sekali rintangan yang akan kita lalui. Apalgi
kalau perdebatan ini menyangkut ke masalah agama. Hal yang sangat mendasar, dan
menyangkut harkat dan martabat dirimu sendiri. Apakah kamu akan mengalah jika
kamu yakin kalau agamamu benar? Jangan sampai itu terjadi. Kita disini sebagai
generasi mudah bukanlah sebagai robot. Kita sebagai manusia punya akal
cemerlang. Jangan mudah diombang-ambing. Karena generasi haruslah punya arah,
bukan berarti memegang kompas. Harus punya pedoman, idealisme, bukan menenteng
UUD 45 kemanapun kita berjalan. Curahan Hati Pejuang Malam
Kala fajar mulai terbenam, rembulan
kembali menyombongkan diri dengan sinar indahnya. Burung hantu membuka mata
bulatnya, mengamati kelelebat yang setiap saat lewat. Angin malam pun mulai
berhembus, menandakan kesunyian malam yg semakin temaram. Di sudut lain,
makhluk-makhluk dunia lain juga semakin mengusik damainya kehidupan manusia.
Dikala semua semakin sepi dan semakin mencekam, kulangkah kaki menuju ke alam remang-remang ini. Sedikit demi sedikit
orang-orang perlahan mulai kembali ke rumah dan memejamkan mata. Namun tidak
dengan badan ini. Semakin lama semakin kulangkahkan kaki, meneguhkan hati dan
keyakinan menjadi hamparan yang akan membuatku tahan di tanah temaram ini.
Memang aku tidak sendirian. Dipersebaran daratan dan lautan yg membentang luas ini,
banyak orang yang bernasib sama sepertiku, bahkan jumlahnya pun bisa saja ada
ribuan orang. Orang-orang berhati baja yang rela meninggalkan kenyamanan
beristirahat hanya demi lembaran-lembaran uang kertas, dan mungkin jumlahnya
pun juga tidak seberapa. Diantara dari kami ada yang ke pasar sekedar untuk
berjualan ataupun sampai rela berdiri diatas sampan ditengah lautan. Jangan
pandang ini semua remeh. Orang-orang seperti kami memang bukan orang kaya,
bukan juga orang pintar semacam profesor yg kerjaanya penelitian melulu. Tpi
kami ikhlas menjalani semua ini. Kami rela menjual waktu istirahat kami
daripada kami harus duduk di kursi dewan, sambil santai-santai mencicipi uang
rakyat. Ataupun menjadi orang kantoran yg kerjaannya duduk didepan komputer
melulu. Bisa-bisa malah ambeien kalau terlalu lama duduk.
Saturday, March 26, 2016
Menuntut Ilmu di Tanah Rantau
Tak aneh lagi bagi kita yang berstatus sebagai mahasiswa merasakan menuntut ilmu di tanah rantau. menggali sedalam-dalam ilmu dan berharap akan membanggakan orang lain, terutama orang tua. awalnya kupikir yang namanya belajar dari kecil sampai nanti juga sama saja. yang namanya di tanah rantau paling-paling juga hanya jauh dari orang tua dan belajar untuk lebih mandiri. tapi ternyata tidak semudah itu. dunia kuliah memang beda dengan apa yang kita rasakan di waktu SMA. kehidupan begitu bebas, namun terasa berat. coba bayangkan kalau kita hanya punya waktu tidur maksimal 3 jam sehari. Memang di dunia kampus ini yang namanya dosen seolah tidak mau tahu dengan jumlah waktu kita. yang ada ya ngasih tugas, ngasih ujian, ngasih proyek, dll. sungguh penat dan berat rasanya. Belum lagi kalau ada yang namanya pengkaderan di jurusan. pasti udah jadi langganan mahasiswa baru buat jadi bahan amarah para senior. tak jarang gara-gara pengkaderan pun kita harus rela pulang jam 3 pagi, berangkat kuliah lagi jam 7. Yang merasakan kayak gini mesti ekstra sabar nih, udah banyak tugas, laporan praktikum, dan masih ada kesibukan-kesibukan lainnya. harus bisa ekstra bagi waktunya.Salam Kenal
bukan mau basa-basi atau sekedar nyepam. tapi mau sedikit menyapa sahabat sekalian. memang ini adalah tulisan pertama coretan pena. tapi yang pasti ini bukan yang terakhir sobat. pasti banyak lagi posting-posting yang akan hadir untuk sekedar menjadi bahan bacaan. meskipun kurang bermutu tapi lumayan lah buat mengisi waktu luang untuk sekedar mebaca bagi pengunjung dan yang pasti kesempatan yang sangat berarti bagi coretan pena untuk menuangkan coretan-coretannya. coretan pena bukanlah blog yang dibuat untuk keperluan ilmu pengetahuan eksak, namun coretan pena adalah ibarat kanvas untuk menorehkan lukisan-lukisan kata.
seperti janji coretan pena diawal untuk tak perlu panjang lebar ataupun nyepam. Maka cukup lah bagi kami sekedar menyapa sahabat semua. semoga tulisan disini dapat sedikit menghibur kepenatan-kepenatan sahabat dan menjadi meotivasi untuk monorehkan ide-idenya dengan tulisan.
sampai ketemu di coretan selanjutnya
Wassalamu'alaikum... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)

