Tuesday, March 29, 2016

Menjadi Pembela


Menjadi orang jangan mau jadi rata-rata. Jadi orang jangan mau diremehkan. Kalau memang benar, jangan mau disalahkan. Karena sekarang ini jarang ditemui orang yang mau gigih memperjuangkan kebenaran. Semakin jarang orang yang peduli dengan lingkungan.  Memang terkadang membela yang benar itu tidak mudah. Akan banyak sekali rintangan yang akan kita lalui. Apalgi kalau perdebatan ini menyangkut ke masalah agama. Hal yang sangat mendasar, dan menyangkut harkat dan martabat dirimu sendiri. Apakah kamu akan mengalah jika kamu yakin kalau agamamu benar? Jangan sampai itu terjadi. Kita disini sebagai generasi mudah bukanlah sebagai robot. Kita sebagai manusia punya akal cemerlang. Jangan mudah diombang-ambing. Karena generasi haruslah punya arah, bukan berarti memegang kompas. Harus punya pedoman, idealisme, bukan menenteng UUD 45 kemanapun kita berjalan. 

Menengok ke kondisi negara Indonesia saat ini. Dulu, Indonesia menjadi negara yang disegani dimata negara lain. Tapi, akankah sekarang masih disegani? Coba lihatlah Indonesia lebih dalam. Apa yang dipunyai Indonesia? Freeport milik amerika, Total milik Prancis, Chevron milik Amerika, dan masih banyak sekali perusahaan-perusahaan asing yang kaya karena Indonesia. Apakah kita sebagai generasi muda akan senang melihat semua ini. Dulu soekarno pernah berkata “ Biarkan kekayaan alam kita tetap tersimpan di perut bumi, sampai insinyur-insinyur kita dapat mengolahnya sendiri”. Seharusnya apabila bangsa tetap berpegang pada kata-kata ini, Indonesia tak akan menjadi sumber uang bagi negara lain. Sekarang negara-negara lain berteriak kegirangan, sedangkan kita sendiri merintih kesakitan. Alam Indonesia yang dulunya indah, subur dan bagaikan permata. Sekarang semakin terpolusi dan tercemar. Oleh karena itu, sebagai generasi muda kita harus segera menata diri. Bersiap memperbaiki bangsa Indonesia yang terlanjur BOBROK ini. Jangan pernah merasa rendah, karena kita semua punya potensi. Tergantung dari apa yang kalian lakukan sekarang. Tetap statis, atau memacu sekencang-kencangnya.

No comments:

Post a Comment