Tak aneh lagi bagi kita yang berstatus sebagai mahasiswa merasakan menuntut ilmu di tanah rantau. menggali sedalam-dalam ilmu dan berharap akan membanggakan orang lain, terutama orang tua. awalnya kupikir yang namanya belajar dari kecil sampai nanti juga sama saja. yang namanya di tanah rantau paling-paling juga hanya jauh dari orang tua dan belajar untuk lebih mandiri. tapi ternyata tidak semudah itu. dunia kuliah memang beda dengan apa yang kita rasakan di waktu SMA. kehidupan begitu bebas, namun terasa berat. coba bayangkan kalau kita hanya punya waktu tidur maksimal 3 jam sehari. Memang di dunia kampus ini yang namanya dosen seolah tidak mau tahu dengan jumlah waktu kita. yang ada ya ngasih tugas, ngasih ujian, ngasih proyek, dll. sungguh penat dan berat rasanya. Belum lagi kalau ada yang namanya pengkaderan di jurusan. pasti udah jadi langganan mahasiswa baru buat jadi bahan amarah para senior. tak jarang gara-gara pengkaderan pun kita harus rela pulang jam 3 pagi, berangkat kuliah lagi jam 7. Yang merasakan kayak gini mesti ekstra sabar nih, udah banyak tugas, laporan praktikum, dan masih ada kesibukan-kesibukan lainnya. harus bisa ekstra bagi waktunya.
Beralih ke tempat tinggal, banyak diantara mahasiswa lebih memilih untuk ngontrak rumah, ataupun sekedar nyewa kos, meskipun banyak juga semacam asrama, pondok, dan asrama-asrama pembinaan khusus mahasiswa. yang jadi pertanyaan, bagaimana kehidupan mereka di perantauan? yang pernah merasakan jadi mahasiswa pasti tahu lah kehidupan mahasiswa seperti apa. ada yang suka ke warung kopi sampai pagi, suka ke mall, ataupun yang ngirit bgt karena memang keterbatasan. Na, yang harus diperhatikan bagi para mahasiswa sekarang yaitu pola makan. banyak dari mereka awalnya sehat, diperantauan malah sering sakit-sakitan. pasti gak asing lagi lah sama yang namanya makan penyetan. Ya, kebanyakan pasti kalau malam bawaannya ingin makan penyetan. gak tau kenapa juga sih, atau memang sudah tradisi kali ya. yang kayak gini perlu hari-hati lah. gak baik kalau terlalu sering makan penyetan. apalagi tiap hari. Bisa-bisa malah tumbuh bibit penyakit baru.
Memang kehidupan kampus tidak semuanya sama. ada yang lingkungannya agamis, ada yang tidak. ada juga yang sampai terkenal sama (maaf) prostitusi mahasiswanya. Intinya.. Dimanapun kita menuntut ilmu. Apapun kondisi kampus kita. Kita tetap harus menjaddi generasi yang bermartabat. jangan menjadi mahasiswa yang rusak karena pergaulan yang salah. karena kita adalah agen perubahan bagi bangsa kita. kita disiapkan untuk menjadi penerus yang membangun, bukan menjadi generasi perusak bangsa.
No comments:
Post a Comment